Langsung ke konten utama

Remember A Bit About This, Would You?

There's just a little bit memory about this day.. just a little bit. Really.
Will you just remember all of this, sir?

Hi, hari ini ada yang mengingatkan aku akan sesuatu, mungkin kamu juga ingat, atau tidak ingin mengingatnya? Ya, setidaknya meskipun kamu tidak mengingatnya, aku ingin mengartikannya dengan kamu lupa untuk mengingatnya bukan pura-pura untuk lupa mengingatnya.
Masih sama, masih dengan rasa yang sudah lama aku usahakan untuk menghilangkannya dari diri ini. Hhm, kali ini memang sudah berhasil.. Alhamdulillah, meskipun hanya sedikit. Sedikit.. s e d i k i t. Pft..

Sebelumnya, let me say this..
Happy the failed ones, komandan. I just can't get enough to tell that I miss you, a lot.
Berat.... berat banget awalnya untuk menerima kalau.. hm, let me call it "us"— kita nggak bisa sama-sama lagi hehehe —terlihat berlebihan mungkin, tapi ini yang sebenar-benarnya terjadi dalam diriku—. Iya, memang berat awalnya, sampai-sampai aku ingat sekali waktu itu aku bahkan (bisa dibilang) tidak bisa terima kejadian malam itu, saat kamu memutuskan untuk mengucapkan kata-kata yang (jujur) aku tidak ingin mendengarnya. Tetapi apa daya, kamu sudah memilih, dan aku tentu saja harus (dengan terpaksa) menyetujuinya.

Entah, beberapa hari ini banyak sekali hal yang mengingatkan aku tentang kamu. Aku begitu merindukan banyak hal tentang kamu. Tentang kita.
Aku sangat rindu, bisa dibilang rindu sekali akan hal-hal yang pernah kamu lakukan.


Aku rindu sapaan khasmu itu
Aku rindu pesan selamat pagi yang kamu ucapkan
Aku rindu canda yang kamu ciptakan
Aku rindu pertanyaan yang emang sengaja kamu ajukan untukku
Aku rindu kamu mengatakan kamu juga merindukanku
Aku rindu cemburunya kamu, yang kamu tunjukkan tetapi kamu tidak mengakuinya kalau itu sebuah kecemburuan
Aku rindu nada bicaramu di setiap percakapan singkat kita
Aku rindu saat kamu meluangkan waktumu untuk membalas chat-ku di sela-sela permainan game online-mu yang bisa dibilang sudah menjadi daily routine-nya kamu
Aku rindu saat kamu berusaha menghadirkanku, lebih tepatnya mengenalkanku kepada teman-temanmu
Aku rindu sapaanmu yang menghangatkan
Aku rindu kata-katamu yang menenangkan
Aku rindu tanyamu tentang hari yang sudah aku jalani
Aku rindu lagu yang kamu nyanyikan untukku
Aku rindu pesan selamat malam saat waktu tidurku tiba

Aku rindu.. rindu sekali. Tapi, sudahlah, rasanya sudah kurang pantas kalau aku mengucapkan kata rindu kepada kamu yang bukan lagi bagian dari aku. Rasanya, jarak tak mengizinkan kita untuk menyimpan rindu yang kita punya untuk diluapkan. Waktu sudah membuktikannya, bahwa sebenarnya aku mampu melepasmu, mampu melepas apa yang bukan milikku lagi. Setidaknya aku berusaha untuk itu, dengan tekad yang tidak main-main tentunya. Dulu aku adalah pengingat yang baik, sampai-sampai aku susah lupa kamu. Lalu aku belajar melupakan, belajar meletakan lalu meninggalkan apa yang bukan atau bahkan tidak bisa aku miliki. Aku memang keras ketika memperjuangkan sesuatu, tetapi akupun bisa meluluh untuk sekedar melepaskan ketika itu harus.

Toh sekuat apapun aku berusaha, hal yang tak mungkin bisa menjadi milikku, tetap saja tak akan bisa bersama. Sekeras apapun aku mencoba, sesuatu yang seharusnya pergi akan tetap meninggalkan juga. Maka, di sinilah aku sekarang. Menyendiri di antara kesepian tak bernama. Mengenang kamu yang berlalu dan tiada. Membenahi kita yang kamu abaikan dengan doa-doa; “semoga kamu berbahagia, dengan sekeping hati baru yang bukan aku.”




Aku ingin menyisipkan sebuah, let me corect that, I mean, somethings that (maybe) you must know. Sebelumnya ini sudah pernah aku posting di account tumblr-ku dengan judul yang sama:
 
12 + 22 ATAU LEBIH HAL-HAL YANG HARUS AKU SYUKURI DAN UCAPKAN TERIMA KASIH KEPADAMU SETELAH KAMU PERGI.

1. Terima kasih sudah mencintaiku.
2. Terima kasih sudah mengungkapkan bahwa kamu mencintaiku.
3. Terima kasih sudah berkata rindu kepadaku.
4. Terima kasih sudah mengirimkan pesan selamat tidur kepadaku di setiap malam.
5. Terima kasih sudah membuatku tersenyum dengan pesan selamat pagi di setiap aku terbangun keesokan harinya.
6. Terima kasih sudah menerimaku.
7. Terima kasih sudah bersedia aku cintai.
8. Terima kasih sudah sempat menitipkan dan mempercayakan hatimu untukku.
9. Terima kasih untuk kenangan yang manis.
10. Terima kasih untuk waktu yang sudah kamu berikan.
11. Terima kasih sudah memperhatikan kesehatanku.
12. Terima kasih untuk setiap tawa yang disebabkan olehmu.
13. Terima kasih sudah memperlihatkan dan mengenalkanku ke sudut dunia yang baru.
14. Terima kasih untuk hal-hal yang baru.
15. Terima kasih sudah menunggu.
16. Terima kasih telah menyediakan waktu untukku meskipun kamu sudah tidak lagi boleh menyediakan waktu untukku.
17. Terima kasih untuk kesabaranmu menghadapiku.
18. Terima kasih untuk lagu yang kamu persembahkan untukku.
19. Terima kasih untuk hari-hari yang menyenangkan.
20. Terima kasih untuk khayalan-khayalan masa depan kita.
21. Terima kasih sudah mendengarkanku berbicara.
22. Terima kasih sudah membuatku merasa dibutuhkan.
23. Terima kasih sudah mencoba untuk bertahan.
24. Terima kasih sudah memberiku kesempatan.
25. Terima kasih untuk bersedia mendengar dan melakukan tuntutan-tuntutan kecil yang aku ingin kamu melakukannya.
26. Terima kasih sudah singgah dalam mimpiku di beberapa malam.
27. Terima kasih untuk setiap perlakuanmu dari mulai yang mengesalkan sampai yang membuatku tersipu.
28. Terima kasih untuk tidak benar-benar pergi.
29. Terima kasih atas semua hal yang membuatku berterima kasih.
30. Terima kasih untuk setiap mimpi-mimpi.
31. Terima kasih atas kesetiaanmu, dengan tidak menghadirkan orang lain diantara kita.
32. Terima kasih untuk masih berada disini, dihatiku.
33. Terima kasih sudah memulai.
34. Terima kasih sudah mengakhiri.


Once more, just one more time. Let me miss you, miss us, miss everything about us that was past... just for today. And after that, dare me to let you go with our memories. But, please look at me sometimes, it will becomes my treasure.
Dan semoga saja, setelah tulisan ini aku bisa benar lupa... kamu.

Untukmu, laki-laki yang sampai saat ini masih sangat baik dimataku.
Yang terpisah di kota yang masih sering aku kunjungi.
Biar jarak yang meluluhkan segalanya, biar jarak yang menyimpan rindu yang sudah aku dekap erat selama ini.
Selamat mengulang 12 Agustus dengan suasana dan keadaan yang berbeda, mass.
Happy failed ones, komandan. I loved you, as always.


Regards,
Me.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Me, Your Secret Admirer

Oh hi! Welcome, fellas It's been my first post in this site, blog. Hahaha. Walaupun ternyata saya sudah memiliki blog lama sebelum post ini dibuat tetapi ya.. tak apa kan kalau baru bisa mempublikasikan tulisan ini sekarang hehe Okay, this is it.... kali ini saya mau berbagi pengalaman menjadi seorang secret admirer. Yea, penggemar rahasia;p This’s a expressions of feelings, (there must) some photos about what I feel about person that I am truly in love with, but I'm just going to keep it a secret admirer. I’m such the world. You such my sunshine. Without you, I’m nothing. Without you there’s no my energy. Jatuh cinta.. jatuh cinta diam-diam, ya, (mungkin) ini yang sedang aku rasakan. Nggak tahu mau menceritakannya seperti apa, karena selama aku merasakan perasaan ini aku belum menemukan rangkaian kata yang sepenuhnya mampu mewakili semua perasaanku. Ya, 11 bulan sudah rasa ini yang selalu menemaniku. Hari ini tepat 11 bulan . (Haha already 1 year and 8...

ASUS VivoBook Flip TP410 be mine, please..

Mahasiswa; merupakan status yang sudah beberapa tahun belakangan bersandang di diriku. Sebagai seorang mahasiswa tentunya ada banyak kewajiban yang harus dipenuhi, mulai dari tugas, presentasi, ujian akhir di setiap semester, sampai menempuh sidang sebagai salah satu tahapan yang harus dipenuhi untuk memperoleh gelar yang diimpikan. Saat ini aku merupakan salah satu mahasiswa tingkat akhir yang sedang menempuh proses skripsi, dimana sangat menyita waktu dan tenaga. Untuk dapat memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa tersebut, tentunya aku membutuhkan alat penunjang, dalam hal ini adalah laptop. Sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Komputer tentunya aku sangat melekat dengan programming, oleh karena itu aku membutuhkan alat penunjang yang memadai dari berbagai aspek. Di tulisan kali ini aku mau membahas tetang seri laptop terbaru ASUS yang sudah membuatku  fallin' in love at the first sight  sejak pertama kali seri ini di rilis. ASUS First of all , ASUS...